PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN SEBAGAI SALAH
SATU INOVASI MEMPERBANYAK TANAMAN

Oleh:
MOHAMAD FAJAR SYAHRONI (16)
SMA INSAN CENDEKIA MANDIRI
BOARDING SCHOOL
2017
A.
Pertanyaan Penting
1. Apa yang dimaksud
dengan kultur jaringan?
B.
Pertanyaan Spesifik
1.Apa yang
dimaksud dengan kultur jaringan?
2. Apa
manfaat dari kultur jaringan?
3. Apa
tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur
jaringan ?
4. Apa saja
syarat-syarat dalam penggunakan teknik kultur jaringan?
B. Sumber
Belajar
1. Alamat
web: https://hipmagrounswagati.wordpress.com/2013/11/25/pengertian-tahapan-macam-macam-dan-manfaat-kultura-jringan/
2. Alamat
web:http://jokowarino.id/langkah-langkah-melakukan-kultur-jaringan-untuk-budidaya-tanaman/
C. Kajian
Pustaka
1. Kultur
jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara
vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara
mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan
bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan
zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian
tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap.
Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan
menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di
tempat steril.
2. Manfaat
dari kultur jaringan
manfaat
kultur jaringan adalah sebagai berikut:
1.
mendapatkan
tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai
sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya.
2.
memperoleh
tanaman baru yang bersifat unggul
3.
jumlah yang
dihasilkan banyak, tidak terbatas
4.
bibit
terhindar dari hama penyakit
5.
perbanyakan
tumbuhan/kultur jaringan dapat dilakukan secara cepat dan hemat waktu
6.
Pengadaan
bibit tidak tergantung musim
7.
Bibit dapat
diproduksi dalam jumlah banyak
8.
Biaya
pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
3. Tahapan yang dilakukan
dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan
-Isolasi protoplas dari 2 macam
varietas yang difusikan. Atau
dengan cara isolasi khloroplas suatu jenis tanaman yang dimasukkan kedalam
protoplas jenis tanaman yang lain, sehingga terjadi penggabungan sifat-sifat
yang baik dari kedua jenis tanaman tersebut hingga terjadi hibrid somatic
-Dengan menyuntikkan protoplas dari
suatu tanaman ketanaman lain. Contohnya
transfer khloroplas dari tanaman tembakau berwarna hijau ke dalam protoplas
tanaman tembakau yang albino, hasilnya sangat memuaskan karena tanaman tembakau
menjadi hijau pula. Contoh lain adalah keberhasilan mentrasnfer khloroplas dari
tanaman jagung ke dalam protoplas tanaman tebu hasilnya memuaskan .
Cara pengolahan:
Kultur
jaringan hanya memerlukan sedikit bagian pucuk tumbuhan yang mengandung
jaringan muda yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang akan dikultur
disebut eksplan
1. Mula-mula
eksplan dicuci dengan alcohol 70%,agar steril kemudian dimasukkan dalam medium
(kultur ) dan dihindarkan dari kontaminasi mikroorganisme
2. Eksplan
tadi sel-selnya akan berkembang menjadi kalus(gumpalan sel yang belum
berdiferesiensi)
3. Sel kalus
diambil, kemudian dikultur selanjutnya sel kalus akan membelah diri dan
menghasilkan jutaan sel kalus baru
4. Sel kalus
itu kemudian ditumbuhkan membentuk akar, batang, dan daun hingga jadi tanaman
baru yang sifatnya identik dengan induknya
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.
Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan
diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin,
dan hormon.
Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
a. Inisiasi
adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian
tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah
tunas.
b.
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan
di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang
juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan
etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi
yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
c.
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan
pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya
kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang
telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang
steril dengan suhu kamar.
d.
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar
yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan
baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan
perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun
jamur.
Eksplan yang
terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru
(disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
Aklimatisasi
adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng.
Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan
sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan
hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap
serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan
lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan
bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit
generatif.
4. Syarat-syarat dalam penggunakan teknik
kultur jaringanjaringan
Pemilihan
eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus, syarat –syarat tumbuhan
eksplan:
-Jaringan
tersebut sedang aktif pertumbuhanya,diharapkan masih terdapat zat tumbuh yang
masih aktif sehingga membantu perkembangan jaringan selanjutnya
-Eksplan
yang diambil beerasal dari bagian daun, akar, mata tunas, kuncup, ujung batang,
dan umbi yang dijaga kelestatranya.
-Eksplan yang
diambil dari bagian yang masih muda (bila ditusuk pisau akan terasa lunak
sekali.
- Penggunaan
medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama
untuk kultur cair.
- Pilih
bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti:
daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila
menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perlu
diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi.
D. KESIMPULAN
Kultur
jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara
vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara
mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian
tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur
tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat
memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap
Teknik kultur ini sangat bermanfaat sekali bagi
kita seperti mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam
waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama
persis dengan induknya, memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul, jumlah
yang dihasilkan banyak, tidak terbatas, bibit terhindar dari hama
penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar