Sabtu, 13 Mei 2017

PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN SEBAGAI SALAH SATU INOVASI MEMPERBANYAK TANAMAN

PEMANFAATAN KULTUR JARINGAN SEBAGAI SALAH SATU INOVASI MEMPERBANYAK TANAMAN 

 

 

 

 

 

 

 





Oleh: 
MOHAMAD FAJAR SYAHRONI (16) 

 

 



 
SMA INSAN CENDEKIA MANDIRI 
BOARDING SCHOOL 
2017 



 
A. Pertanyaan Penting 
1. Apa yang dimaksud dengan kultur jaringan? 
B. Pertanyaan Spesifik 
1.Apa yang dimaksud dengan kultur jaringan? 
2. Apa manfaat dari kultur jaringan? 
3. Apa tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan ? 
4. Apa saja syarat-syarat dalam penggunakan teknik kultur jaringan? 
B. Sumber Belajar 
2. Alamat web:http://jokowarino.id/langkah-langkah-melakukan-kultur-jaringan-untuk-budidaya-tanaman/ 
C. Kajian Pustaka 
1. Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. 
2. Manfaat dari kultur jaringan 
manfaat kultur jaringan adalah sebagai berikut: 
1.       mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya. 
2.       memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul 
3.       jumlah yang dihasilkan banyak, tidak terbatas 
4.       bibit terhindar dari hama penyakit 
5.       perbanyakan tumbuhan/kultur jaringan dapat dilakukan secara cepat dan hemat waktu 
6.       Pengadaan bibit tidak tergantung musim 
7.       Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak 
8.       Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah 
3. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan  

-Isolasi protoplas dari 2 macam varietas yang difusikan. Atau dengan cara isolasi khloroplas suatu jenis tanaman yang dimasukkan kedalam protoplas jenis tanaman yang lain, sehingga terjadi penggabungan sifat-sifat yang baik dari kedua jenis tanaman tersebut hingga terjadi hibrid somatic 
-Dengan menyuntikkan protoplas dari suatu tanaman ketanaman lain. Contohnya transfer khloroplas dari tanaman tembakau berwarna hijau ke dalam protoplas tanaman tembakau yang albino, hasilnya sangat memuaskan karena tanaman tembakau menjadi hijau pula. Contoh lain adalah keberhasilan mentrasnfer khloroplas dari tanaman jagung ke dalam protoplas tanaman tebu hasilnya memuaskan . 
Cara pengolahan: 
Kultur jaringan hanya memerlukan sedikit bagian pucuk tumbuhan yang mengandung jaringan muda yang bersifat meristematik. Bagian tumbuhan yang akan dikultur disebut eksplan 
1. Mula-mula eksplan dicuci dengan alcohol 70%,agar steril kemudian dimasukkan dalam medium (kultur ) dan dihindarkan dari kontaminasi mikroorganisme 
2. Eksplan tadi sel-selnya akan berkembang menjadi kalus(gumpalan sel yang belum berdiferesiensi) 
3. Sel kalus diambil, kemudian dikultur selanjutnya sel kalus akan membelah diri dan menghasilkan jutaan sel kalus baru 
4. Sel kalus itu kemudian ditumbuhkan membentuk akar, batang, dan daun hingga jadi tanaman baru yang sifatnya identik dengan induknya 


Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.
Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf. 

a. Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. 

b. Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril. 

c. Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar. 

d. Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur.
Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri). 

Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil  kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif. 

4. Syarat-syarat dalam penggunakan teknik kultur jaringanjaringan 
Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus, syarat –syarat tumbuhan eksplan: 
-Jaringan tersebut sedang aktif pertumbuhanya,diharapkan masih terdapat zat tumbuh yang masih aktif sehingga membantu perkembangan jaringan selanjutnya 
-Eksplan yang diambil beerasal dari bagian daun, akar, mata tunas, kuncup, ujung batang, dan umbi yang dijaga kelestatranya. 
-Eksplan yang diambil dari bagian yang masih muda (bila ditusuk pisau akan terasa lunak sekali. 
- Penggunaan medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. 
- Pilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi. 
D. KESIMPULAN 
 Kultur jaringan (Tissue Culture) merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap 
Teknik kultur ini sangat bermanfaat sekali bagi kita  seperti mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat, yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya, memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul, jumlah yang dihasilkan banyak, tidak terbatas, bibit terhindar dari hama penyakit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar